Di Entot Kakek

Aku tidak ingat berapa umur ku waktu itu, tapi aku rasa saat itu aku masih remaja. Sedikit terlalu tua untuk tetap tidur bersama dengan kakek dan nenek ku. Aku senang tinggal bersama mereka. Aku banyak menghabiskan waktu musim panas bersama mereka dan punya banyak teman disana.

Meskipun kakek dan nenek ku tinggal di kota yang sama dengan kedua orang tua ku, tapi saat di rumah mereka aku seolah-olah sedang berada di dunia yang sama sekali berbeda. Selain itu aku bisa lebih bebas dengan mereka dibanding jika aku bersama dengan orang tua ku.

Aku tidak tahu kapan itu dimulai tapi, kakek ku selalu mengatakan bahwa aku seharusnya tidak perlu mengenakan celana dalam dibawah gaun tidur ku. Aku tidak pernah tahu kenapa, aku cuma harus mematuhinya dan tidak boleh mengatakannya pada siapapun tentang hal itu.

Kakek ku seringkali akan memangku ku setelah aku mengenakan gaun tidur ku. Terkadang, aku pikir aku merasakan ada sesuatu yang keras di depan celananya. Seringkali, kakek ku akan menyelipkan tangannya di bawah gaun tidur ku dan menepuk memek ku dengan lembut.

Aku tidak pernah memikirkan apapun tentang hal itu. Aku menyukainya dan tampaknya dia juga. Aku tidak pernah memberi tahu siapapun, kakek ku melarang ku dan aku tidak melihat alasan apapun untuk menceritakannya pada siapapun.

Semakin bertambah usia ku kakek ku jadi semakin sering untuk mencoba menyentuh memek kecil ku. Dia mulai terasa mengganggu dan aku jadi sering mendorongnya agar menjauh.

Musim panas kemarin adalah musim panas terakhir aku menginap di rumah mereka. Ada sesuatu yang aneh terjadi. Aku seharusnya tidak menceritakan hal itu. Saat itu aku sedang duduk di sofa, berseberangan dengan kakek ku yang sedang duduk di kursinya.

Kami sedang menonton sebuah film lama. Aku mulai merasa sedikit aneh, saat itu aku tidak tahu apa (aku sedang horny). Aku menatap ke arah kakek ku yang tampaknya sangat tertarik dengan film itu. Dia tidak memperdulikan ku untuk beberapa lama.
Aku memutuskan untuk mencoba menarik perhatiannya tapi aku tidak ingin tampak menyolok. Nenek sedang masak di dapur. Sepertinya disanalah dia paling banyak menghabiskan waktunya.

Aku tidak mengenakan celana dalam seperti biasa. Aku memandang ke arah kakek, dia tidak melihat ke arah ku. Aku menggerakkan kaku ku ke atas sofa dan duduk seperti seorang indian. Dia menatap ke arah ku saat aku bergerak, kemudian kembali melihat ke arah tv.

Aku mulai mengangkat gaun ku dengan sangat perlahan. Memek ku hanya sedikit terlihat saat aku memandang ke atas dan melihat ternyata kakek sedang fokus pada memek ku. Aku segera memalingkan wajah ku, dan berpura-pura tidak tahu bahwa dia sedang menatap memek ku.

Setelah beberapa lama dia memalingkan wajahnya. Aku mengangkat gaun ku lebih tinggi lagi, menampakkan memek sempit ku yang basah. Beberapa saat kemudian aku melihat ke arah kakek dia sedang meminum beer nya sambil menatap memek ku.

Kali ini aku tidak memalingkan wajah ku. Aku tahu dia melihat ku sedang memeriksa apakah dia melihat ke arah ku. Kemudian dia tahu kalau aku ingin dia melihat memek ku. Dia tidak mengatakan apapun. Secara perlahan dia bangkit dan berjalan ke arah ku.

"Kau ini gadis yang sangat baik," katanya. Dia menaruh tangannya di lutut ku. Kemudian dia merentangkan kedua lutut ku lebar-lebar dengan kedua tangannya. Dia menjilati memek ku dari atas ke bawah. Rasanya sungguh nikmat. Dia kemudian menghisap clitoris ku ke dalam mulutnya.
Dia menghirup, dengan penuh nafsu, cairan yang keluar dari lubang memek ku. Aku mengerang ke enakan, dan merentangkan kaki ku lebar-lebar. Aku merasa sangat senang! Aku merasa sedikit cemas kalau-kalau nenek keluar dari dapur dan melihat apa yang dilakukan kakek kepada ku.

Kakek memandang ke arah ku, dengan cairan memek ku yang membasahi dagunya. Dia menaruh satu jari ke mulutnya lalu membasahi jari itu. Kemudian dia mulai meraba-raba lubang memek ku, mencoba untuk memasukkan jarinya ke dalam lubang memek ku yang sempit.

Memek ku masih sangat sempit dan basah. Rasanya sedikit sakit tapi dia menjilati clitoris ku saat dia berusaha memasukkan jarinya ke dalam lubang ku dan itu membantu mengurangi rasa sakit ku.

Dia menarik keluar jarinya dan membasahinya lagi ke dalam mulutnya. "Aku sudah tidak sabar untuk memasukkan kontol besar ku ke dalam memek mu yang sempit itu," katanya.

Kakek memainkan jarinya di memek ku sambil menjilati ku hingga ke lubang pantat ku. Tiba-tiba aku merasakan suatu dorongan atau rasa hangat dan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan, itu adalah orgasme ku yang pertama. Kaki ku mengejang dan tubuh ku bergerat karena nikmat.

Kakek kemudian kembali duduk di kursinya. Dia membuka resleting celananya lalu mengeluarkan kontolnya yang keras. "Kemarilah gadis kecil, sekarang giliran mu," dia berbisik. Dia memegang kontolnya lalu mulai mengocoknya.

Aku bergerak mendekat dan duduk dilantai dihadapannya. "Taruh mulut mu di situ," katanya. Dia menarik kepala ku ke arah ujung kontolnya. Aku membuka mulut ku lalu memasukkan ujung kontol kakak ku itu. "Bagus, bagus," katanya.

Kontolnya itu sangat keras seperti kayu. Aku tersedak beberapa kali. Dia menghujamkan kontolnya jauh ke dalam tenggorokan ku, saat aku menghisapinya. Dia mengerang. Aku rasa aku sudah melakukan blow job pertama ku dengan cukup baik.

Tangannya berada di bagian belakang kepala ku dan memandu kontolnya hingga jauh ke dalam tenggorokan ku. Aku melemaskan otot-otot tenggorokan ku agar tidak tersedak. Aku menikmati rasanya saat ada sedikit pre-cum yang keluar dari ujung kontolnya. Rasanya cukup enak, jauh lebih enak dibanding yang aku bayangkan.

"Kau akan menjadi cucuk favorit ku jika kau menelan sperma ku," kata kakek kepada ku.

Pre-cum itu tidak ada apa-apanya di banding semburan sperma yag akan aku terima. Kakek menggerakkan kepala ku ke atas dan ke bawah di kontolnya. Kemudian aku merasakan sebuah semburan cairan di mulut ku saat dia memompa spermanya.

Aku mencoba untuk menelannya tapi karena terlalu banyak aku jadi mulai tersedak. Aku menelan sebagian sperma itu, dan sebagian lain mengalir keluar dari mulut ku saat aku menjauhkan mulut ku dari kontol keras kakek ku.

"Gadis yang baik!" kata kakek lagi, "Lain kali kau harus mencoba untuk menelan semuanya." Kemudian dia menjauhkan kontolnya. Malam itu kakek masuk ke kamar ku saat aku sedang tidur lalu mengentot ku.