Dientot Timun

Beberapa minggu yang lalu, aku harus membuang dildo favorit ku karena aku sudah merusaknya.

Aku belum membeli penggantinya, tapi aku sudah amat sangat merindukan sesuatu yang sangat panjang dan tebal di dalam memek ku.
Jangan salah, kontol suami ku terasa sangat fantastis di dalam memek ku, tapi terkadang aku tetap merindukan sesuatu yang begitu besar sehingga menembus hingga jauh ke dalam lubang memek ku.

Kemarin, aku mendapat telpon dari kekasih virtual ku dan selama percakapan itu, aku menjadi sedih karena dihadapkan pada fakta bahwa aku tidak punya sesuatu yang memuaskan untuk bisa ku masukkan sendiri ke dalam memek ku.

Dia memberi tahu ku bahwa hal itu memang disayangkan kemudian berkata, "Aku pernah mendengar bahwa jika kau memasukkan sebuah timun ke dalam segelas air hangat, maka timun itu bisa digunakan untuk mengatasi banyak hal."
Saat itulah kemudian baru aku ingat bahwa aku memang menyimpan beberapa buah timun dirumah. Aku menuju ke lantai bawah dan memberi tahu kekasih ku bahan-bahan apa saja yang kami miliki dirumah.

Aku menyingkirkan dua diantaranya karena keduanya terlalu kecil untuk bisa memenuhi kebutuhan ku lalu mengambli timun yang paling besar, mencucinya dengan air hangat, lalu kembali naik ke lantai atas.

Saat aku berbicara dengan kekasih ku, aku mengambil mistar pengukur untuk mengukur timun tersebut. Panjangnya ternyata 7 inchi dan diameternya 6 inchi.

Aku merasa sedikit kecewa dengan ukuran panjangnya, tapi ketebalannya tampaknya cukup menjanjikan, dan kekasih ku pun setuju, jadi aku melumasi timun itu.
Aku duduk di kursi lalu mengatur posisi ku, kemudian aku mulai menggosok-gosok memek ku dengan timun itu agar menjadi basah dan licin.

Kemudian aku menyelipkan timun itu ke dalam lubang memek ku, tapi ternyata memek ku belum begitu siap untuk ukuran yang sebesar itu, jadi aku menggosok-gosok clitoris ku sampai aku merasa begitu hot dan tidak tahan lagi untuk segera di entot.
Saat kekasih ku memberikan aku semangat, aku kembali mencoba memasukkan timun itu ke dalam memek ku dan dengan segera aku merasakan timun itu melebarkan dinding-dinding memek ku.

Aku mengerang dan mengatakan pada kekasih ku betapa nikmat rasanya setelah akhirnya aku memiliki sesuatu yang bisa dimasukkan ke dalam lubang memek ku. Dia mengatakan pada ku bagaimana itu membuatnya sangat terangsang dan itu membuat ku jadi semakin terangsang juga.
Aku mulai mengentot memek ku sendiri dengan timun itu secara perlahan hanya sepanjang 3 inchi pertama lalu kemudian menarik timun itu keluar. Dengan menggunakan jari ku aku kembali menggosok-gosok clitoris ku.

Setelah memek ku menjadi basah dan licin, aku kembali mencoba memasukkan timun itu ke dalam memek ku sedalam yang aku mampu. Memek ku terasa begitu basah setelah beberapa lama menggunakan timun itu yang meluncur keluar masuk dengan begitu lancarnya.

Kemudian aku mulai mengentot diri ku dengan berbagai posisi. Aku menarik keluar timun itu lalu memasukkannya lagi dengan cepat dalam sekali hujaman.

Aku membiarkan kekasih ku untuk tahu apa yang akan aku lakukan sebelun aku melakukannya dan saat aku merasakan setiap hujaman membawa timun itu semakin jauh ke dalam aku menjerit.

Rasanya begitu nikmat sehingga aku hampir tidak bisa menahan pinggul ku agar tetap berada di kursi sehingga aku bangkit dan mengentot diri ku dengan kekuatan yang lebih besar.
Aku terus mengentot memek ku dengan timun itu dan melengkungkan punggung ku sampai aku merasa tidak kuat lagi karena dihantam oleh sebuah gelombang orgasme yang begitu dahsyat yang membuat ku membasahi handuk yang aku duduki.

Aku terduduk disana, memberitahukan pada kekasih ku apa yang telah aku rasakan. Kemudian dia bertanya apakah dia sudah boleh mengeluarkan kontolnya dari memek ku.

Pertanyaan yang seperti itu membuat ku jadi kembali terangsang sehingga tidak lama kemudian aku kembali mengentot memek ku dengan timun itu.

Tidak lama kemudian, aku kembali di landa oleh sebuah gelombang orgasme yang begitu intens. Aku bisa mendengar suara kekasih ku yang menjadi semakin bergairah dan aku memberikan dorongan padanya untuk mulai mengocok kontolnya.
Aku mengatakan padanya betapa aku sangat menginginkan kontolnya yang besar dan tebal itu untuk berada jauh di dalam memek ku yang basah kuyup sehingga aku kembali orgasme. Aku merintih, mengerang, dan menjerit.

Seluruh tubuh ku mulai terasa bergetar, dan timun itu ku hujamkan keluar masuk dari memek ku dengan kecepatan yang luar biasa. Tapi aku masih menginginkan sesuatu yang lebih, sehingga aku memberi tahu kekasih ku bahwa aku ingin di entot dari belakang.

Aku bangkit dari atas kursi lalu duduk ditangga saat aku mengarahkan timun itu keluar masuk dari memek ku yang basah dan licin. Sekali lagi aku memberi tahu kekasih ku apa yang sedang aku lakukan dan betapa hot yang aku rasakan.

Aku mendengar napasnya jadi semakin berat kemudian tidak salah lagi aku mendengar suara dia yang sedang memuncratkan spermanya. Aku sangat senang mendengar suara dia sedang orgasme seperti itu, dan menghentikan gerakan ku agar aku bisa mendengarkan dengan lebih seksama.
Setelah dia selesai mencurahkan seluruh spermanya aku kembali duduk diatas kursi dan kami pun kembali mengobrol. Aku merasa hot dan ingin orgasme sekali lagi, jadi aku kembali menggosok-gosok clitoris ku sampai aku kembali merasakan orgasme ku.

Setelah kami mengobrol untuk beberapa lama aku menutup telpon itu dan membersihkan diri ku. Itu adalah sebuah pengalaman yang sangat luar biasa dan aku jadi tertawa geli saat kembali menginat pengalaman itu dimana aku menggunakan timun sebagai dildo.