Ngentot di Kamar Mandi

"Apa kau benar-benar ingin ngentot sekarang, Savita? Kita sekarang ini kan sedang berada di tengah-tengah pesta. Tamu-tamu kita pasti akan mencari kita."


"Bodo amat dengan para tamu, Wilson. Justru mereka lah yang telah membuat ku jadi horny. Selama ini, aku kan gak pernah bersikap genit. Dan aku juga gak pernah merasa se horny ini. Jadi, dengar ya.... suami ku yang tinggi, gelap dan ganteng, kau cuma punya dua pilihan, entah kau segera memasukkan kontol mu yang besar itu ke memek ku sekarang, atau aku akan kembali turun ke bawah dan mencari  seseorang yang mau memasukkan kontol besarnya ke dalam memek ku."

"Ok, ok. Tapi apa kita benar-benar harus ngentot di shower?"

"Emang kenapa""

Sang suami pun akhirnya tidak bisa berkata apa-apa lagi, jadi saat air sudah terasa cukup hangat, suami istri tersebut melangkah masuk ke dalam stall lalu menutup tirainya. Uap air mulai mengelilingi mereka, sementara air yang hangat terus mengucur dan membasahi tubuh mereka yang telanjang. Mereka pun segera berpelukan, dan kedua bibir mereka menyatu dengan penuh nafsu sehingga Savita langsung mengerang.

Lidah Savita menjelajahi lidah suaminya, menjilati dan membelainya. Kemudian Savita membenamkan lidahnya lebih dalam lagi ke mulut suaminya. Seketika itu juga kepala Savita tersasa seperti berputar, dan kedua lututnya jadi gemetar.

Bulu dada suaminya menggelitik payudara Savita yang besar saat dia menekan payudara tersebut ke dada suaminya. Bulu jembut suaminya terasa menggelitik pahanya. Dengan nafsu yang sudah semakin tak tertahankan, Savita mulai menekuk kedua lututnya dan membawa lidahnya ke bawah ke arah kontol suaminya yang sudah tegang.

"Oh, ya, seperti itu," Kata Wilson, sambil membelai kepala istrinya dan menjauhkan rambut-rambutnya yang kuning dari mulut istrinya, "memang itulah yang aku inginkan. Hisap kontol ku Savita."

Dengan air shower yang terus membasahi bahu dan punggungnya, wanita berambut pirang itu pun mulai menjulurkan lidahnya ke arah kepala kontol suaminya. Kepala kontol yang membesar itu terlihat seperti karet yang keras, karet keras yang berdenyut-denyut. Belahat yang berada di ujung kontol itu mengeluarkan air mani. Savita segera menjilati air mani itu sebelum air sempat menyapunya, kemudian di segera menyedot ujung kontol suaminya.

Lidahnya menjilati ujung kontol suaminya itu, lagi dan lagi, menghisap dan menyedot lubang kencing suaminya dengan penuh nafsu. Savita kemudian mendapati bahwa kontol suaminya itu jadi mengeluarkan air mani lagi.... lalu keluar lagi.... dan lagi, dia pun segera menghisapnya begitu dia berhasil mengumpulkannya. Suaminya sampai harus berpegangan pada bahu Savita agar tidak terjatuh karena kedua lututnya terasa gemetar akibat menahan rasa nikmat yang luar biasa itu.

"Oooooh.... rasane ueeeeenak tenan," kata suaminya, sambil menjilat bibir.

Savita kemudian mencoba untuk menyelipkan lidahnya ke dalam lubang kencing suaminya itu, tapi ternyata lubang itu terlalu sempit. Kemudian dia menjepit belahan lubang kencing itu dengan kedua ujung bibirnya lalu menyikat habis air mani yang masih tersisa disana. Savita menjilati kontol suaminya dengan penuh nafsu, membuat suaminya jadi gelagapan dan kontolnya jadi mengejang-ngejang.


Savita kemudian mengarahkan lidahnya ke bawah dan menjlati syaraf-syaraf sensitif yang berada disana. Dia kembali mendengar suara suaminya yang mendesah... lagi... dan lagi, lalu Savita kemudian merasakan jari-jari suaminya mengejang dan menekan kedua bahunya agar suaminya itu tidak terjatuh.

Lalu Savita membuat syaraf-syaraf suaminya kembali mengejang, berulang-ulang kali, saat dia menghujamkan ujung lidahnya ke arah bagian bawah dari ujung kontol suaminya. Lagi dan lagi, Savita mengocok-ngocok kontol suaminya itu. Dia sangat menyukai kontol itu dan terus memainkannya, memainkan lidahnya dengan begitu ahlinya untuk memberikan kenikmatan tiada tara kepada suaminya itu.


Saat Savita menggerakkan lidahnya ke arah belahan yang ada di ujung kontol itu, erangan suaminya mendadak berubah menjadi rintihan, dan sekujur tubuhnya jadi terasa lemas. Savita tersenyum bangga dan mulai memutar-mutar lidahnya di sepanjang kontol suaminya. Dia menjilati setiap inchi dan semua syaraf yang ada di kontol suaminya yang besar itu.

Kuku-kuku suaminya terasa mencucbit kedua bahunya. Savita mengamati kontol suaminya jadi semakin membesar dan terus membesar, dia merasa belum pernah melihat kontol suamiya itu sampai sebesar itu. Kemudian Savita membuka mulutnya lebar-lebar lalu memasukkan kontol itu ke dalam mulutnya kemudian menghisapnya.


Savita, dengan kedua pipi yang semakin lama semakin menggembung, terus menghisap dan menyedot kontol besar suaminya. Sambil menghisap dia membelai-belai biji kontonl suaminya oti, dan air yang hangat terus membasahi tubuhnya lalu mengalir ke payudaraya. Dia terus menggeakkan kedua bibirnya di sepanjang kontol suaminya hingga ke akar-akarnya.

Suaminya meletakkan tangan diatas kepala Savita. "Isap terus sayang, sedooooot, ndak lama lagi kau pasti akan segera meminum air mani ku!"

Begitu Savita merasakan kepala kontol suaminya itu mulai menyentuh kerongkongannya, dia mulai mengocok-ngocok kontol suaminya itu dengan penuh nafsu. Savita terus menghisap-hisap dengan hisapan yang kuat dan lama, menggerakkan bibirnya naik turun diatas batang kontol suaminya dengan cara yang membuat kontol suaminya itu terasa seperti dipijat-pijat. Tak satu senti pun dari bagian kontol itu yang bisa lolos dari hisapan dan jilatan Savita.

"OOooooh!" Suaminya mengerang. Dia meletakkan kedua tangannya di belakang kepala Savita dan kemudian menghujamkan kontolnya ke dalam mulut Savita. "Ini, hisap lebih dalam lagi sayang!"

Kepala Savita bergerak maju mundur saat dia mengulum dan menghisap kontol suaminya. Tonjolan besar terlihat mucul berulang kali di tenggorokannya, saat kontol besar suaminya itu keluar masuk dari mulutnya. Savita menelan semua mani yang keluar dari kontol suaminya.


Sambil menghisap batang kontol itu, Savita juga tidak lupa untuk memainkan biji-bijinya. Dengan jari-jarinya yang lentik, Savita membelai dan meremas-remas kedua biji kontol itu. Dia juga memutar-mutar dan memijat-mijat biji-biji itu. Biji-biji kontol itu pun segera mengeras dan terasa panas. Tapi Savita tetap meremas-remas biji kontol itu dan tidak mau melepaskannya.

Wanita pirang itu terus menghisap kontol suaminya. Kedua bibirnya menjepit dengan rapat kontol besar itu saat kedua bibir itu bergerak naik turum di kontol yang besar itu.

Kontol suaminya terlihat keluar masuk. Diantara suara air kerang yang mengalir jatuh terdengar suara-suara hisapan yang keras dan disertai dengan erangan.

"Ooohhh... Sayang!" Kata suaminya dengan suara yang gemetar, "kalau kau terus menghisap seperti itu dan tidak juga mau berhenti, bisa-bisa kontol ku ini segera memucratkan air maninya sampai habis sampai tak ada sisa lagi untuk mengentot mu nanti. Hentikan sayang sebelum semuanya terlambat."