Kontol Ku Muncrat di Mulut Nyonya Muda

Joni menarik napas panjang saat merasakan bibir Nikita yang hangat itu, mulai menyentuh kepala kontolnya. Sebelumnya, tidak ada orang yang pernah menyentuh ujung kepala itu, dan sekarang, seorang wanita tercantik yang akan pernah dia kenal, sedang menempelkan bibirnya ke ujung kepala kontol itu.
Itu pun bukan cuma sekedar sebuah ciuman yang singkat dan cepat. Bibir Nikita tetap menempel diatas kepala kontol Joni yang licin, menghisap-hisap daging yang membengkak itu.

"Lezat sekali," kata Nikita, menjilati bibirnya. "Aku jadi harus merasakan air mani yang menetes dari kontol mu!"

Setelah mengatakan itu, wanita cantik itu melilit dan membelitkan lidahnya di ujung kepala kontol Joni. Jari jempolnya menggosok-gosok bagian bawah dari kepala kontol yang mengangguk-angguk itu, memaksa batang kontol itu agar kembali mengeluarkan getahnya.

Nikita segera melihat getah itu muncul dari dalam lubang yang ada di ujung kepala kontol itu lalu melilitkan lidahnya dan membawa masuk getah itu ke dalam mulutnya, meski rasanya asin tapi membuat Nikita jadi ketagihan dan minta lagi.

Dia pun membuka mulutnya lebar-lebar lalu memasukkan kontol anak itu ke dalam mulutnya. Dia melingkarkan bibirnya yang basah dan hangat ke sekitar kepala kontol Joni lalu menghisapnya dengan kuat, lidahnya mengitari bagian bawah dari ujung kontol Joni, hingga membuat biji-biji kontol Joni jadi terasa sangat geli.

Nikita memasukkan kontol Joni lebih dalam lagi ke mulutnya, menghisap dan mengulum-ngulum kontol besar itu.

"Oh, wow! Rasanya sangat enak, Nyonya Nikita! Jangan berhenti ya! Teruskan perjuangan mu! Rasanya nikmat sekali!" anak itu merintih, menikmati mulut Nikita yang sedang bekerja keras di kontolnya.

Nikita merasakan kepala kontol itu memenuhi mulutnya. Sesuatu yang sudah lama sekali tidak dia rasakan. Dia bisa membayangkan betapa nikmatnya jika kontol itu sedang berada di dalam memeknya. Dia pun mulai menggoyang-goyangkan kepalanya maju mundur, memasukkan dan mengeluarkan kontol itu dari mulutnya.

Joni hampir merasa tidak percaya betapa lihainya Nikita dalam menggunakan mulutnya. Kontolnya jadi terasa sangat nikmat. Dia memang pernah mendengar tentang orang-orang yang dikulum kontolnya, tapi tidak pernah membayangkan kalau rasanya bisa senikmat ini.

Dia tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahnannya tanpa menyemprotkan sperma hangat ke mulut Nikita. Dia mengira bahwa Nikita pasti tidak ingin dia melakukan itu.
"Aku.... aku... aku rasa lebih baik kau menghentikannya Nyonya Nikita, aku sudah tidak tahan lagi pingin.... uh.... aku pingin segera memuncratkan lendir ku!!" Joni kejang-kejang.

Nikita meremas-remaskan jari-jemarinya dengan kuat ke biji-biji kontol Joni. Dia membiarkan kepala kontol Joni untuk membebaskan diri dari dalam mulutnya. Dengan satu tangan dia meremas-remas biji-biji kontol Joni, dan tangan satunya lagi mengocok-ngocok batang kontolnya, sambil memandang ke arah Joni dengan mata yang berbinar-binar.

"Katakan pada ku, Nak, saat kau onani, berapa kali kau bisa muncrat?" tanya Nikita, "Mbok ya jangan malu-malu to, aku cuma pengen tahu."

"Oala Nyonya! Biasanya sih paling 5 atau 6 kali," kata Joni berusaha merendahkan diri.

"Ruuuarbazaaa! Berarti aku akan terus menghisap mu dan membolehkan mu untuk muncrat di dalam mulut ku, karena kau masih punya banyak persediaan sperma untuk disemprotkan lagi ke dakan lobang nonok ku. Aku tahu kau pasti senang menyemprotkan sperma itu ke dalam tenggorokan ku. Aku juga suka koq, nak. Aku ini paling suka dengan rasa sperma. Aku akan merasa sangat senang kalau tenggorokan ku disemprot dengan sperma.  Aku sangat menyukai sperma yang mengalir ke tenggorokan ku. Sperma mu pasti sangat menggumpal, hot, dan manis!"

Wanita yang doyan ngentot itu pun segera memasukkan kembali kontol bocah yang horny itu ke dalam mulut besarnya, lalu mulai menghisap-hisap lagi.

Setiap otot di tubuh Joni, bocah itu, jadi menegang saat dia merasa semakin dekat dengan klimaksnya. Dia merasakan bibir Nikita yang menekan dan mengapit batang kontolnya, gigi Nikita yang menggesek-gesek kepala kontolnya dengan lembut, saat kepala wanita seksi itu mengangguk-angguk di kontolnya.

Nikita mengangguk-anggukkan kepalanya lebih cepat lagi, membawa masuk dan menelan habis semua batang kontol Joni. Dia bisa merasakan kepala kontol itu menyodok-nyodok kerongkongannya.

Tangan Nikita mnerangkul dan meremas-remas pantat Joni, mendorong dan mengangkat pantat yang kekar itu, memaksa kontol Joni agar masuk lebih dalam lagi ke mulutnya. Wanita berpantat seksi itu hampir tersedak oleh kontol yang gemuk itu, tapi itu tidak menghalanginya untuk menikmati pekerjaan yang sedang dia tekuni.

Joni jadi seperti merasa kalau tenggorokan Nikita itu sedang berusaha memenggal kontolnnya, lalu menelannya mentah-mentah, padahal belum dimasak.

Kuku-kuku Nikita yang panjang mencengkram pantatnya saat Joni sedang asyik mengentot wajah Nikita. Biji-biji kontolnya berayun-ayun diantara kedua pahanya, semakin membesar karena banyak menampung sperma.

Joni tahu kalau tidak lama lagi spermanya itu akan segera berpindah tempat ke dalam tenggorokan Nikita. Biasanya, saat onani, dia akan menyemprotkan dan membuang-buang sperma itu ke saputangan atau ke tanah, tapi sekarang dia harus menyemprotkannya ke mulut Nikita, seorang wanita cantik yang tidak berbusana.
Hanya memikirkan itu saja sudah membuat Joni kewalahan. "Hisap terus Nyonya Nikita! Hisaplah aku sebelum dirimu dihisap!" Teriak Joni karena teringat akan ayat-ayat yang pernah didengarnya.

Kata-kata Joni itu tampaknya telah membuat Nikita jadi tambah bersemangat untuk menghisap, anggukan-anggukan kepalanya semakin dipercepat.

"Ku semprot ku Nyonya! Apa kau siap?" tanya Joni dengan sopannya.

Nikita tidak bisa menjawab karena mulutnya sedang penuh, dia hanya bisa bergumam dan menghisap lebih keras. Dia hampir tenggelam oleh sperma Joni yang begitu banyak saat biji-bij kontol Joni memuntahkan laharnya dan membanjiri mulut serta tenggorokan Nikita.

Joni memejamkan matanya, berdoa, memohon ampun padanya, saat sperma hangatnya mengalir deras dari biji, lalu ke batang dan kemudian menyembur keluar dari ujung kepala kontolnya dan masuk ke dalam mulut Nikita yang kemudian di telannya.

Bocah lugu dan lucu itu jadi mengira kalau kontolnya tak akan pernah berhenti menyemburkan laharnya. Rasa nikmatnya sungguh amat jauh sekali berbeda dari yang biasanya.

Rasanya seolah-olah seperti laksana layaknya. Semua ketegangan ditubuhnya seperti sedang disebot habis melalui kontolnya. Semua energi, tenaga, vitalitas, kapasitas, otoritas, kekuasaan dan keperkasaannya sedang direnggut dan dirampok habis-habisan melalui kontolnya.

Lidah Nikita masih terus saja bekerja tanpa lelah dikontolnya, dan bibirnya masih tetap menekan batang kontolnya saat Joni sedang mengisi mulut Nikita dengan spermanya.

Nikita membuka matanya dan mengamati wajah Joni yang tampan saat pemuda yang doyang onani itu sedang menjalani masa-masa orgasmenya. Dia mencoba untuk membayangkan apa yang Joni rasakan saat pertama kali memuncratkan spermanya ke mulut seorang wanita secantik dan seseksi serta se horny dia.

Dia berusaha menelan habis semua sperma yang disemburkan bke mulutnbya, tapi tidak bisa. Sperma itu terlalu banyak jumlahnya hingga mulai meluber dan mengalir keluar dari mulutnya, lalu ke dagunya, kemudian menetes ke batang kontol Joni hingga biji kontol Joni jadi basah dan lengket.

"Oh, Joni ku sayang, Joni ku malang, aku memang wanita jalang! Itu tadi sungguh indah! Apa kau menikmantinya, cinta ku? Apa kau merasa bahagia setelah menyemprotkan sperma mu ke mulut ku?" kata Nikita dengan napas yang terengah-engah, sambil menjilati sperma yang menempel di bibirnya.

"Oh, Tuhan, sudah tentu Nyonya Nikita! Rasanya tiada tara! Apa kau menelan semuanya? Apa kau tidak menyisakannya untuk ku?" Joni bertanya, seluruh tubuhnya masih terasa geli.

"Ya, Joni. Ma'af ya sayang. Aku menelan semuanya. Sampai tidak ada lagi yang tersisa. Abis, rasanya enak banget sih. Sudah lama sekali aku tidak minum sperma. Karena itulah, aku jadi merasa sangat kehausan. Oh, lihat sayang, kontol mu masih tetap keras, Joni. Kau benar-benar jantan. Aku jadi makin suka padamu. Kita pasti akan sering ngentot lagi."
"Apa kita akan melakukannya lagi, Nyonya Nikita?" tanya si Joni, dia mulai menunjukkan keberaniannya sekarang setelah merasakan betapa nikmatnya di hisap-hisap oleh seorang wanita secantik dan seseksi serta serakus Nikita.

"Ikutlah dengan ku, Joni. Kita ke kamar ku, yok. Ada banyak kegiatan menyenangkan yang bisa kita lakukan bersama-sama disana. Dan kau tidak perlu membawa-bawa pakaian mu kesana. Karena disana, kau tidak akan membutuhkannya. Yang kau butuhkan disana hanyalah kontol mu yang besar dan panjang itu!" kata Nikita, sambil tertawa ngakak.