Ngentot Janda Montok

"Oh, boy, lidah mu terasa sangat nikmat di memek ku. Umur mu mungkin masih remaja, tapi kemampuan mu dalam menjilat memek sama ahlinya dengan pria manapu yang pernah menjilati memek ku." Jill merentangkan kedua pahanya lebih lebar lagi dan membungkukkkan punggungnya. Kepala dan bahunya bersandar dengan nyaman diatas karpet yang lembut itu.


Lidah Larry menjilati memek Jill ke atas dan ke bawah. Dia memijat memek itu dengan ganas, begitu ganasnya sehingga Jill jadi menggeliat dan menggigil tak terkendali. Tapi Jill selalu tersenyum, bahkan saat air liur pemuda itu mulai mengalir ke pahanya bagian dalam.

Larry menjilati bibir memek Jill dan meregangkannya. Dia membasahi bulu-bulu jembut yang ada di memek itu dengan air liurnya.

Tanpa memberinya ampun, dia membuat syaraf-syaraf lembut dari janda yang cantik dan bahenol itu jadi menegang dan kejang. Dan hanya butuh waktu beberapa menit bagi bibir-bibir memek Jill untuk jadi menggembung dan berdenyut-denyut dengan liar.

Jill mengerang, menggeleng-gelengkan kepala dan menjilati bibirnya. "Ya, seperti itu, boy, jangan sungkan-sungkan. Jilati memek ku sampai kau puas!"


Mengetahui bahwa mereka sedang berada di ruang baca dengan pintu yang terkunci dari dalam, Jill merasa aman dan bebas.

Larry, pemuda bertubuh atletis dan bermata biru itu pun akhirnya berhasil memasukkan lidahnya ke dalam belahan memek sang janda muda. Dia mulai segera menjilatinya. Dia menjilati kedua sisi dari belahan memek sang janda, dari atas hingga ke bawah, yang kanan maupun yang kiri. Lidahnya menghisap napas sang janda dan mengisinya dengan berbagai macam sensasi yang nikmat.

"Eeeee! Oh, shit! Jilati memek ku, tukang ngentot!" Dia mendorong memeknya ke depan dan mengoleskan cairan memeknya ke hidung pemuda itu.

Larry tampaknya tidak merasa keberatan. Dia mendorong lidahnya ke dalam lobang memek sang janda dengan sebuah sodokan yang membuat si janda jadi gelagapan. Dia terus mendorong, tidak mau memberikan wantu bagi si janda untuk mengambil napas. Dia membelah bibir dan dinding memek si janda menjadi dua dan terbuka lebar.


Dengan napas yang tersengal, Jill melemaskan otot-otot memeknya untuk memberikan kemudahan bagi lidah pemuda itu agar bisa masuk dengan mudah. Dia menyambut lidah pemuda penjliat memek itu di dalam lobang nonoknya, menikmati sensasi hangat dan air liur yang menyertainya.

Saat lidah pemuda itu masuk semakin jauh ke dalam, sang janda memutar bola matanya dan menjilati bibirnya, merasa penasaran seberapa panjang lidah pemuda itu .

Saat lidah pemuda itu tidak lagi bergerak maju, sang janda kembali menjadi kejang oleh hisapan hangat dari bibir pemuda itu, yang menekan ke dalam daging memeknya yang sensitif. Tubuh sang janda jadi bergetar hebat dan memeknya mengencang di sekitar lidah pemuda itu, sebuah posisi yang terus diperathankan oleh sang janda selama beberapa detik sampai pemuda itu hampir kehabisan napas dan memberontak yang membuat si janda jadi kembali tersaadar dan meregangkan jepitannya.


Dengan lobang nonok sang janda yang kembali terbuka, si pemuda pun mulai memutar-mutar lidahnya di memek yang basah dan licin itu. Dia menjilati semua dinding yang ada di lobang nonok itu. Dia membuat darah di nonok itu jadi mendidih sehingga nonok itu pun jadi menggembung dan semakin memerah.

"Aaagh!" sang janda muda menjerit, tubuhnya menggigil.


Larry menjilat habis lobang memek sang janda, menghirup dan menelan semua cairan yang dikeluar dari lobang nonok itu bersama dengan air liurnya sendiri. Lidah pemuda itu berputar ke sana kemari diiringi dan kepala si janda bergerak ke kanan dan ke kiri.

Tiba-tiba kepala sang janda terhenyak ke belakang. Kedua bola matanya seperti menghilang. Tubuhnya mengejang. Larry telah membenamkan semua lidahnya ke dalam lobang nonok si janda.

"Eeeee!" janda muda itu pun mengerang, bibirnya bergetar. "Ampuun... rasanya sangat mirip seperti di sodok dengan sebuah kontol!"

Pemuda itu pun mulai menggoyangkan lidahnya ke atas dan ke bawah di lobang nonok si janda, mengentot si janda dengan buasnya. Dia menyetrum dinding-dinding memek yang lembut itu di semua arah.

Dia menggesek-gesek clitoris sang janda sampai clitoris itu jadi membesar dan mengancam untuk meledak. Dia membuat cairan memek si janda jadi berbusa. Dia telah membuat janda itu jadi merintih dan mengerang tak karuan.

"Ini benar-benar gila, banget!" teriak sang janda.

.Sang janda bisa mendengar suara-suara berdecik yang berasa dari memeknya yang tengah di siksa, dan bisa merasakan air liur yang merembes ke pahanya. Kenikmatan surgawi mulai menjalari seluruh tubuhnya, dan si janda pun mulai memompa memeknya ke arah lidah yang sedang mengentotnya.

Dia memompa dengan kuat dan cepat, sampai gesekan-gesekan itu tak mampu lagi dia tahan. Kemudian dia mempercepat dan memperkuat pemompaannya. Sedangkan Larry tetap terus mengentot janda itu dengan tusukan-tusukan lidahnya yang basah. Si janda akhirnya tersadar bahwa dia sudah tidak mampu lagi untuk menahannya lebih lama.

"Oh, yesss! I'm coming!" kejangan-kejangan mengambil alih tubuh sang janda, dan napasnya jadi tersengal-sengal. Air liur menetes dari bibirnya yang gemetar. Suara-suara aneh terdengar keluar dari tenggorokannya. Memeknya mengencang dan meregang sampai ahirnya memuntahkan sebuah semburan cairan memek yang terdengar keras.

Larry menghisap dan meyedot cairan memek itu dengan rakusnya. Dia memenuhi ruangan itu dengan suara-suara hirupan yang berisik. Dia menyedot kes sana ke mari, di jembut dan di paha sang janda. Dia juga membuat hidungnya jadi basah dan dipenuhi dengan cairan nonok. Dan sementara itu, si janda mengejang, mengerang dan menjerit dengan keras.


Janda tersebut menjilati bibirnya sementara si pemuda menjilati memek sang janda sampai bersih. Si janda memutar-mutar pantatnya saat pemuda itu menjilatinya agar dia bisa merasakan lidah pemuda itu disemua bagian memeknya. Dia tahu bahwa pemuda itu akan melakukan tugasnya sampai selesai. Tapi dia sudah tidak sabar lagi dan sangat horny, jadi dia terus saja memutar-mutar pantatnya.

Saat akhirnya dia mendorong wajah pemuda itu agar menjauh dari memeknya, itu cuma karena agar dia bisa segera meraih dan menghisap kontol pemuda itu. Dia tidak mau banyak membuang waktu, mulutnya ingin segera bisa melahap dan menghisap kontol besar milik pemuda itu.