Perawan Dientot Paman

"Aagh!" Kim merintih, menggigit bibirnya sendiri. "Memek ku terasa sangat sakit, tapi jangan berhenti ya paman. Masukkan seluruh batang kontol mu yang besar dan panjang itu. Aku ingin merasakan kontol itu berada jauh di dalam lobang nonok ku."
Kim merentangkan pahanya lebih lebar lagi dan mempersiapkan dirinya untuk pengalaman ngentotnya yang pertama.

Tampak jelas kalo si paman memegang kepercayaan bahwa selaput perawan yang sudah matang itu harus di robek dengan cara yang secepat mungkin. Hujaman yang pertama dari kontol besarnya membelah bibir memek Kim menjadi dua dan mengisi setengah dari lobang nonok Kim.

Hujaman yang kedua dari kontol pamannya membuat kontol itu masuk lebih dalam lagi sehingga Kim kembali menjerit. Hujamannya yang terakhir membuat biji-biji kontol si paman jadi masuk ke dalam lobang nonok Kim, membuat Kim jadi meraung, dan tubuhnya jadi mengejang. Kim jadi merasa seperti sedang sekarat.

Biji-biji kontol yang dipenuhi bulu itu membelah dan melebarkan bibir memek Kim. Sebuah kontol besar yang hot terasa berdenyut-denyut kencang di lobang dinding-dinding nonok Kim. Tangan yang kekar dan kuat menekan tubuhnya agar tetap terlentang, dia menjadi tawanan pamannya yang gemar mengentot gadis-gadis muda itu.

"Ahhhh!" Kim menjerit dan merintih. "Kontol mu besar amat! Tapi don't worry, paman, aku sudah cukup umur untuk menampungnya."

Dengan darah perawan yang merembes ke pahanya, Kim mendorong memeknya ke arah kontol besar pamannya, dan segera di hadiahi dengan sebuah rasa nikmat dan hangat yang merasuk ke seluruh syaraf-syarafnya.

Pamannya benar-benar seorang pria yang perkasa, Kim segera menyadari hal itu. Dia memberikan semua yang bisa ditampung oleh nonok Kim, beserta beberapa inchi lagi sebagai bonusnya.

Pria itu menggenjot dan mengentotnya tanpa ampun; setiap genjotannya membuat Kim gelagapan dan kehabisan napas. Dia mengarahkan kepala kontolnya ke satu arah di lobang nonok Kim, kemudian ke arah lainnya lagi, menggesek-gesek daging memek yang lembut itu.

Dia mengentot memek Kim luar dalam,  menyerang memeknya dengan kontolnya yang besar dan panjang lagi keras.

"Aagh!" Kim kembali merintih, menggigit bibirnya sendiri. "Saya suka! Saya suka! Entot aku lebih dalam lagi, paman!"
Kim melingkarkan kedua kakinya yang panjang ke punggung pamannya dan melingkarkan kedua lengannya di leher pamannya.

Pamannya mencengkram pantat Kim dan menahan tubuh Kim agar tetap menempel ketat dengan kontolnya. Lobang nonok Kim berada di bawah kekuasaan pamannya, dia mengentot lobang itu dengan sungguh-sungguh. Dan dia mengentot Kim dengan gesekan-gesekan yang kuat lagi cepat, menusuk-nusuk dinding nonok keponakannya itu berulang-ulang kali, sambir menampar-nampar bibir memek Kim dengan biji-biji kontolnya.

Dia menggelai hingga jauh ke dalam lobang nonok Kim, membuat syaraf-syaraf Kim jadi remuk redam. Hujaman-hujamannya yang cepat dan gesit mengaduk-aduk lendir memek Kim hingga berbusa, yang kemudian lendir-lendir itupun segera membalut dan mengecat kepala kontolnya hingga tampak menjadi berwarna putih.

Kim mendengarkan suara-suara becek yang beraasal dari lobang memeknya itu dan bertekad untuk membuat kontol pamannya jadi semakin basah.

Sentakan-sentakan rasa sakit dan nikmat menjalar dari memeknya. Kim jadi menggigil dan lemas serta merintih-rintih di bawah tindihan tubuh pamannya. Kekuatan pamannya itu membuat Kim jadi terkejut, bahkan ketakutan.

Kontol pamannya mengebor hingga jauh ke dalam lobang nonoknya yang banjir. Setiap sodokan membuat Kim mengejang dari kepala hingga ke ujung kaki. Suara-suara becek di dalam nonoknya terdengar semakin keras begitupun dengan suara-suara daging yang bertubrukan di antara kedua pahanya.

Tidak berapa lama kemudian, kamar itu sudah dipenuhi dengan suara-suara orang ngentot dan napas mereka yang berat.

"Ungh!" Kim mengerang, kepalanya bergoyang-goyang. "Kontol yang sangat hebat! Kontol yang sangat nikmat! Aku gak kuaaaat!" Kim mengamati pantat pamannya naik turun diantara kedua paha Kim yang terentang lebar.

Bulu jembut pamannya terasa menggesek-gesek paha Kim. Bulu dadanya yang basah karena keringat tengah menyiksa tetek Kim. Napas pamannya yang hot membuat tubuh Kim jadi menggigil.

Kim menyambut dan menerima semua itu, menikmati sensasi-sensasi liar itu, dan merasa bahwa semuanya itu membuatnya jadi semakin terangsang, serta mengakui bahwa mengentot itu lebih nikmat di banding masturbasi.

Semakin lama semakin banyak sensasi nikmat yang mengisi lobang nonoknya. Rasa hangat yang intens menghantam memeknya tanpa ampun. Semua kenikmatan itu semakin lama jadi semakin tak tertahankan oleh Kim, yang mengarahkan dia ke arah sebuah ledakan klimaks.

"Aagh!" Kim menjerit, memeknya seperti mendidih, siap untuk meledak. "Aku hampir sampai! Tidak lama lagi, tinggal sedikit lagi!"

Pompaan pamannya mengguncang-guncang tubuh keponakannya itu naik turun. Napasnya jadi semakin terengah-engah saat dia mengentot Kim, bulir-bulir keringat mengucur semakin deras. Dia mengencangkan otot-ototnya agar kontolnya bisa selalu masuk hingga jauh ke dalam lobang nonok keponakannya itu.
Kim, keponakannya, menyukai semangat dan kerja keras pamannya dan bertekad untuk membalas semua kenikmatan yang dia terima itu.

Dia mulai mendorong memeknya ke atas, kearah kontol pamannya, untuk mengimbangi goyangan pinggul pamannya yang memompa. Mereka berdua jadi merintih dan mengerang, keduanya jadi semakin kejang. Kemudian keduanya muncrat secara bersamaan.

"Aagh!" Kim menjerit. "Aku muncrat paman, aku muncrat!"

Tubuh Kim kejang-kejang saat dia mencapai klimaks di bawah tubuh pamannya yang masih terus memompa. Kedua matanya berputar-putar dengan liar. Bibirnya gemetar. Kemudian dia memuntahkan lendir-lendir memeknya ke seluruh bagian biji dan batang kontol pamannya.
Pamannya pun segera membalas perbuatan Kim tersebut. Dia menembakkan spermanya ke dalam lobang nonok Kim dan mengisi lobang itu dengan lendir yang keluar dari lobang kontolnya, hingga penuh.

Tubuh Kim jadi gemetar lagi saat dia merasakan sperma yang hangat itu, lalu berteriak minta ampun. Kemudian dia mulai memompa memeknya ke kontol yang sedang menyemprot memeknya itu dalam usahanya untuk mengatasi sengatan dari sperma yang hangat itu.

"Ohhh!" Kim merintih, menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa henti. "Aku tidak percaya akhirnya aku berhasil di entot. Dan di entot oleh paman ku sendiri yang berkontol besar. Ya ampun, lobang memek ku pasti jadi sangat lebar sekarang."

Kim terus memompa memeknya, dan pamannya terus memompa kontolnya. Lendir-lendir mulai merembes dari lobang nonoknya dan mengalir ke pahanya. Air liur menetes ke dagunya. Kejangan-kejangan mengguncang tubuh bugilnya berulang-ulang.

Dengan klimaknya yang berangsur menghilang, rasa gatal di memeknya pun ikut menghilang, dan Kim merasa sangat bahagia sekali.
Kim memerah kontol pamanya hingga kering, persis seperti yang di inginkan pamannya. Kemudian dia roboh di bawah tindihan tubuh pamannya dan menekan pipinya ke pipi pamannya. Dia tahu harus segera kembali ke kamarnya, karena ibunya mungkin akan kembali memeriksa kamarnya.

Tapi dia masih ingin mempertahankan momen tersebut selama beberapa detik lagi agar merasa spesial, sehingga dia tetap menempel pada pamannya dengan ketat.

"Gadis-gadis muda belia benar-benar membuat mu jadi sangat terangsang, benarkan paman?"

"Ya, itu benar Kim, keponakan ku. Tapi kau adalah yang paling membuat ku terangsang." Si paman memeluk erat tubuh keponakannya itu.